Resep Klepon Gula Merah Anti Bocor dan Kenyal Sepanjang Hari

Resep Klepon Gula Merah Anti Bocor dan Kenyal Sepanjang Hari


Ditulis oleh: Resep Jajanan Lokal

Tanggal: 09 Desember 2025


Daftar Isi


  1. Klepon Tidak Pernah Mati di Pasar Tradisional
  2. Asal-Usul Klepon dan Evolusi Rasa
  3. Bahan Dasar yang Menentukan Kenyalan
  4. Teknik Anti Bocor Formula yang Tidak Banyak Orang Mau Buka
  5. Resep Klepon Gula Merah Anti Bocor dan Kenyal Seharian
  6. Cara Membentuk Klepon yang Simetris dan Isi Tidak Keluar
  7. Teknik Rebus Masak Sempurna Agar Tetap Kenyal Berjam-jam
  8. Kesalahan Klasik yang Bikin Klepon Pecah
  9. Rahasia Menjaga Tekstur Klepon Tetap Stabil Saat Ditinggal Lama
  10. Cara Menyimpan Klepon untuk Jualan Seharian
  11. Cara Menjual Klepon Secara Profesional (Offline & Online)
  12. Penutup Cerita dan Nilai Filosofi Jajanan Pasar Lokal


Klepon Tidak Pernah Mati di Pasar Tradisional



Sumber: pinterest.com

 

Resepjajananpasarlokal.blogspot.com - Klepon selalu punya tempat khusus di hati pecinta jajanan pasar, Tidak peduli zaman berubah, aplikasi semakin canggih, sampai makanan viral datang silih berganti, selalu ada satu titik nyaman yang tidak pernah tergantikan: sensasi gula merah cair yang meledak hangat di mulut. 


Klepon adalah meditasi kecil yang bisa dimakan, Tidak ribut, tidak rumit, tapi tepat sasaran.


Satu hal kecil yang sering orang tanyakan: “Bagaimana membuat klepon yang tidak bocor?”

Pertanyaan sederhana ini sering berubah drama, Ada yang mengupas kelapa sampai pegal, tapi kleponnya tetap menyerah sebelum waktunya. 


Ada yang sudah pakai gula merah kualitas premium, tetap saja isi keluar sebelum direbus, Ada pula yang membentuk bulatan terlalu kecil dengan harapan kuno bahwa “yang kecil lebih aman” namun akhirnya bocor juga.


Di sinilah seni klepon bermain, Klepon bukan sekadar resep; ia permainan logika antara air, pati, panas, dan ketelitian. 


Bila salah sedikit, gula merah keluar seperti rahasia yang terbongkar. Bila benar, ia bertahan mulus sepanjang hari, bahkan ketika dijual sampai sore.


Artikel ini membawa pembaca tidak sekadar “tahu resep”, tetapi juga memahami logika ilmiah di balik setiap tahap, Klepon akan menjadi produk yang bisa diandalkan untuk jualan sehari penuh.


Asal-Usul Klepon dan Evolusi Rasa


Klepon terdengar sederhana, tapi sejarahnya panjang, Berasal dari budaya agraris yang akrab dengan kelapa dan gula aren, jajanan ini muncul sebagai bentuk efisiensi: sedikit bahan, rasa kuat, dan mudah dibuat dalam jumlah banyak.


Dulu klepon dibuat hanya dari tepung ketan, gula aren, dan kelapa muda parut, Namun seiring berkembangnya kreativitas dapur Nusantara, klepon ikut mengalami evolusi. 


Rasa pandan, ubi ungu, gula semut, hingga oreo pun pernah dicoba orang. Namun pada akhirnya, yang klasik tetap menang: pandan dan gula merah cair di dalamnya.


Mengapa yang klasik lebih disukai?

Karena klepon bukan soal eksperimen ekstrem, melainkan keseimbangan rasa sederhana yang sudah terbukti.


Baca juga: Camilan Viral Instagram Evolusi Rasa, dan Budaya Kuliner Baru


Bahan Dasar yang Menentukan Kenyalan


Kenyalan klepon sangat ditentukan oleh kualitas tepung ketannya, Bila tepung ketan terlalu banyak pati bebasnya, tekstur bisa mudah retak. 


Bila kadar air tidak seimbang, klepon jadi lembek di luar tapi keras di dalam, Jadi kenyal bukan sekadar nasi ketan yang dihaluskan, ia hasil dari interaksi tepung ketan dengan air panas dan teknik mengulen.


Ini komponen kuncinya:


• Tepung Ketan Berkualitas Tinggi, Warnanya putih bersih, terasa lembut bila disentuh, dan tidak bau apek. Ketika diremas basah, teksturnya tidak pecah

• Air Panas untuk “Mengunci” Pati, Air panas memberi kekuatan awal agar adonan tidak retak, Air dingin membuat klepon cenderung pecah saat direbus

• Pandan Asli Bukan Essence Murahan, Aroma daun pandan asli lebih stabil dan memberi warna alami yang tidak memudar

• Gula Merah yang Tepat, Gula yang terlalu keras akan sulit meleleh, Gula yang terlalu lembek akan membuat klepon bocor sebelum waktunya.


Ilmu kecil: pati ketan akan mengembang bila bertemu panas mendadak, sehingga keseimbangan air panas dan air dingin menjadi kunci dasar.


Teknik Anti Bocor Formula yang Tidak Banyak Orang Mau Buka


Setiap pedagang punya rahasia, tapi rahasia yang benar justru bersifat ilmiah, Klepon bocor karena dua faktor, tekanan internal gula merah dan ketebalan kulit, Agar gula merah tetap aman, kulit klepon harus lebih elastis daripada tekanan cair panas yang mengembang di dalam.


Rumus sederhananya:


adonan lentur + penutupan rapat + penguapan stabil = klepon anti bocor


Mau lebih teknis sedikit?

Kulit klepon harus mengunci uap di dalamnya tanpa memberi celah sekecil apa pun, Bila ada goresan tipis di kulit, air mendidih akan masuk, menghapus bentuknya, dan mempercepat kebocoran.


Teknik anti-bocor yang akurat:


  • Gunakan adonan yang tidak terlalu basah
  • Isi gula merah cincang halus, bukan potongan besar
  • Tutup adonan dengan teknik “puntir bawah”
  • Rebus saat air benar-benar mendidih
  • Jangan sering mengaduk saat klepon awal mengapung.


Strategi seperti ini membuat klepon tahan lama, bahkan bisa dibawa jualan keliling tanpa takut bocor di jalan.


Resep Klepon Gula Merah Anti Bocor dan Kenyal Seharian

Bahan Adonan


  • 300 gram tepung ketan putih
  • 2 sdm tepung tapioka (penstabil)
  • 150 - 170 ml air panas
  • 50 ml jus pandan (pandan blender + air)
  • Sejumput garam


Bahan Isi

  • 150 gram gula merah kualitas bagus, cincang halus sampai seperti serbuk kasar
  • Bahan Pelapis
  • 200 gram kelapa parut muda
  • Sejumput garam
  • 2 lembar daun pandan.


Kelapa yang dipakai harus kelapa muda parut kasar agar tidak cepat kering dan tidak cepat basi.


Cara Membentuk Klepon yang Simetris dan Isi Tidak Keluar


Poin paling sering gagal ada di bagian ini, Membentuk klepon berarti merangkul logika tekanan dan kelembutan.


Langkahnya:


  1. Ambil adonan sebesar kelereng besar
  2. Pipihkan dengan ibu jari dan telunjuk sampai membentuk mangkuk kecil
  3. Masukkan gula merah cincang secukupnya, jangan terlalu penuh
  4. Rapatkan bibir adonan dari empat arah, tekan halus seperti menutup kantong kecil
  5. Gulir di telapak tangan sampai bulat sempurna
  6. Pastikan tidak ada garis luka pada permukaan.


Perhatikan: adonan terlalu tebal membuat klepon keras. Adonan terlalu tipis membuat klepon bocor. Keseimbangan harus dilatih.


Teknik Rebus Masak Sempurna Agar Tetap Kenyal Berjam-jam


Klepon matang secara ilmiah ketika kandungan patinya mengembang sempurna dalam suhu mendidih stabil, Bila suhu turun, pati tidak mengikat air secara merata.


Poin penting:


  1. Masukkan klepon saat air mendidih cepat (rolling boil)
  2. Jangan merebus terlalu banyak dalam satu panci; suhu bisa turun
  3. Setelah mengapung, biarkan 1 - 2 menit agar gula benar-benar meleleh
  4. Angkat dan langsung gulingkan ke kelapa parut.


Kelapa parut harus hangat saat menerima klepon baru matang. Kelapa dingin membuat klepon cepat benyek.


Kesalahan Klasik yang Bikin Klepon Pecah


Kesalahan yang sering dilakukan:


• Membuat adonan terlalu basah demi memudahkan membentuk, Padahal adonan basah cenderung retak saat direbus

• Memberi gula merah potongan besar, Cairan gula yang terlalu banyak memecah kulit klepon

• Merebus dalam air yang belum mendidih, Pati belum mendapat shock panas yang dibutuhkan

• Mengaduk terlalu sering di awal, Klepon yang baru turun masih rentan sobek

• Menggunakan kelapa parut tua, Kelapa tua cepat mengering dan membuat klepon terlihat kusam.


Setiap kesalahan ini terlihat kecil, tetapi efeknya besar untuk kualitas akhir.


Rahasia Menjaga Tekstur Klepon Tetap Stabil Saat Ditinggal Lama


Klepon bisa mengeras bila kehilangan kelembapan, Untuk menjaga kelembapan stabil:


  • Simpan dalam wadah tertutup yang ada ventilasi kecil
  • Hindari menumpuk terlalu tinggi
  • Letakkan daun pisang di bawah lapisan klepon
  • Jauhkan dari angin kipas.


Daun pisang bukan sekadar estetika, ia menjaga kelembapan alami dan menambah aroma khas jajanan pasar.


Cara Menyimpan Klepon untuk Jualan Seharian


Untuk jualan, klepon harus bisa bertahan dari pagi sampai sore tanpa basi atau berubah tekstur.


Strateginya:


• Gunakan kelapa parut yang sudah dikukus. Ini memperlambat proses fermentasi alami

• Simpan di wadah tertutup namun tidak kedap total

• Jaga suhu ruang, jangan masukkan kulkas

• Bila stok banyak, pisahkan per batch agar kelapa tidak cepat lembek.


Dalam kondisi ideal, klepon bisa bertahan kenyal hingga 10 jam.


Cara Menjual Klepon Secara Profesional (Offline & Online)


Menjual klepon tidak lagi sekadar menitip di warung, Sekarang ada pasar digital yang luas, Klepon bisa menjadi produk harian yang menghasilkan.


Untuk offline:


  • Gunakan kemasan ramah lingkungan, daun pisang atau kertas minyak
  • Tulis jam produksi agar pembeli percaya kesegaran
  • Tawarkan paket 10 - 20 pcs dengan harga khusus.


Untuk online:


  • Foto klepon dengan pencahayaan natural
  • Berikan caption naratif yang menjelaskan tekstur dan aroma
  • Tetapkan ongkir dengan sistem radius agar tidak cepat dingin.


Klepon adalah produk yang mudah dibagikan secara visual karena warnanya kontras, hijau lembut, serbuk kelapa putih, dan aroma pandan yang bisa dibayangkan.


Baca juga: Snack Viral Pedas Kisah di Balik Ledakan Tren, Strategi Rasa, dan Masa Depan Jajanan Api yang Menguasai Instagram 


Dinamika Adonan Mengurai Karakter Tepung Ketan Lebih Dalam


Tepung ketan terlihat sederhana, tetapi memiliki karakteristik fisik yang memengaruhi hasil akhir klepon. 


Banyak orang hanya melihat tepung sebagai tepung, padahal tiap merek memiliki rasio pati berbeda-beda, Ada tepung yang terasa halus seperti bedak bayi, ada pula yang sedikit berpasir. 


Tepung yang terlalu halus memang lembut, tetapi cenderung rapuh bila diberi air terlalu banyak, Tepung yang lebih kasar sedikit lebih stabil karena granulanya lebih kuat ketika bertemu air panas.


Ketika air panas dituangkan, tepung ketan mengalami gelatinisasi, Proses ini membuat pati menyerap air dan mengembang. 


Semakin panas air yang dituang, semakin kuat ikatan yang terbentuk, Banyak pemula melakukan kesalahan dengan menuang air hangat demi “lebih aman”, padahal air hangat justru menghasilkan struktur lemah.

Jika struktur lemah, klepon tidak mampu menahan tekanan gula merah cair saat direbus.


Satu hal yang jarang dibicarakan tepung ketan memiliki batas maksimal hidrasi, Bila melebihi batas ini, adonan menjadi lembek dan tidak bisa kembali kuat tanpa penambahan tepung baru, Di sinilah seni meraba adonan menjadi penting. 


Tangan yang sudah terlatih akan tahu kapan adonan sudah “jadi”, kapan masih butuh sedikit air, dan kapan harus ditambah tepung.


Untuk klepon profesional, tekstur ideal adalah ketika adonan tidak mudah lengket di jari, tetapi juga tidak kaku, Seperti bantal kecil yang lembut, tetapi tetap memantul jika ditekan.


Peran Tepung Tapioka sebagai Stabilizer Tekstur


Tambahan tepung tapioka bukan sekadar formalitas, Tapioka memiliki sifat elastis dan bening ketika dipanaskan. 

Dalam campuran tepung ketan, ia bertindak sebagai “penjaga struktur”, Banyak pedagang kecil menggunakan banyak tapioka agar klepon lebih kenyal, Tetapi terlalu banyak akan menghilangkan rasa khas ketan. Sumber: bbcgoodfood.com


Proporsi aman berada pada 2 - 3 sendok untuk 300 gram tepung ketan, Jumlah ini cukup menambah elastisitas tanpa mencuri rasa.


Tapioka juga membantu mencegah retakan mikro yang tidak kasat mata pada permukaan adonan, Retakan inilah yang sering menjadi lubang awal masuknya air saat merebus, yang berujung bocor. Jadi, walaupun proporsinya kecil, efeknya besar.


Menguatkan Aroma Pandan Antara Tradisi dan Sains Kecil


Aroma pandan adalah identitas klepon, Kekuatan aromanya bukan hanya berasal dari jumlah daun pandan, tetapi cara ekstraksi. 


Bila pandan diblender dengan air dingin, aromanya akan lebih lembut, Jika diblender dengan air hangat, aromanya menjadi lebih kuat dan warnanya lebih hijau, Ini terjadi karena senyawa aromatik pada pandan lebih mudah larut pada suhu hangat.


Namun ada trik yang banyak digunakan oleh pembuat klepon profesional: memeras pandan dua kali, Pertama, daun pandan diblender dan disaring. 


Ampasnya kemudian disiram sedikit air panas dan diperas lagi. Hasil perasan kedua ini adalah bagian paling wangi.


Air pandan yang pekat seperti ini tidak hanya memberi aroma, tetapi juga menambah daya tarik visual, karena warna hijau alami selalu lebih enak dipandang daripada warna sintetis.


Eksperimen Tekstur Klepon dengan Perbandingan Air Berbeda


Untuk pembaca yang suka eksperimen, ini ilustrasi yang sering dipakai dalam pelatihan kuliner:


• Bila adonan menggunakan 100% air panas: tekstur sangat kuat, tetapi sulit dibentuk

• Bila menggunakan 50% panas + 50% dingin: tekstur lentur, mudah dibentuk, dan kenyal ideal

• Bila menggunakan lebih banyak air dingin: adonan lembek dan berisiko bocor karena struktur tidak stabil.


Pola yang paling stabil untuk jualan sepanjang hari adalah kombinasi panas-dingin dengan takaran air dikontrol sedikit demi sedikit.

Jangan tuang semua air sekaligus. Mulailah dari 60% kebutuhan, lalu tambah perlahan sambil diaduk.


Adonan yang ideal saat disentuh akan terasa “menolak lembut”. Ia tidak keras, tetapi juga tidak langsung melekat di jari.


Manuver Gula Merah Memahami Sifat Lelehnya


Gula merah bukan sekadar bahan manis, Ia memiliki titik leleh berbeda tergantung kadar airnya, Gula merah yang masih baru biasanya lebih basah, bila dicincang, ia menempel seperti pasir basah. 


Gula ini cenderung cepat meleleh dan menghasilkan ledakan rasa yang kuat, Namun gula yang terlalu basah lebih rawan merembes keluar sebelum klepon masuk air mendidih.


Gula merah tua atau yang sudah disimpan lama lebih kering dan keras, Bila digunakan tanpa dihaluskan, ia tidak akan sempat meleleh sempurna di dalam adonan saat direbus.

Untuk klepon, gunakan gula merah yang setengah basah, Bila hanya ada yang basah, sangrai sebentar gula di wajan kering, Teknik ini menguapkan sedikit kelembapan tanpa membuat gula keras.


Cincang halus hingga seperti remah roti, Cincangan halus membuat panas menyebar merata sehingga gula meleleh perlahan di dalam bulatan.


Seni Menutup Klepon Teknik “Seal Pressure”


Penutupan adonan adalah titik di mana banyak orang gagal, Penutupan sempurna membutuhkan seal pressure, yaitu tekanan rapat yang menyatukan serat tepung tanpa menyisakan garis lemah. Sumber: allrecipes.com


Tekniknya seperti ini:


  1. Setelah gula masuk, tarik empat sisi adonan ke tengah
  2. Jepit perlahan seperti menutup dumpling
  3. Putar sedikit adonan dengan ibu jari, sehingga titik pertemuan benar-benar tertutup
  4. Gulir dalam lingkaran telapak tangan.


Langkah 3 adalah bagian terpenting. Banyak orang melewatkannya sehingga kulit terlihat halus, tetapi ada celah kecil yang hanya terlihat jika diterangi lampu, Celah itu yang menyebabkan klepon bocor sebelum waktunya.


Memahami Suhu Rebusan Kenapa Wajib Mendidih “Ganas”


Air mendidih kecil tidak cukup untuk klepon. Suhu yang hanya “hangat mendidih” membuat pati menyerap air perlahan, sehingga kulit klepon terkena tekanan dari dalam sebelum sempat menguat.

Gula merah yang meleleh akan menekan kulit dari dalam, dan bila kulit belum cukup kuat, pecahlah klepon.


Rebusan ideal adalah saat gelembung besar naik cepat ke permukaan, Ini menciptakan transfer panas cepat ke seluruh bagian klepon.

Suhu stabil seperti ini membuat klepon mengapung dalam 45 - 60 detik.


Setelah mengapung, banyak orang langsung mengangkatnya, Padahal ini kesalahan. Diamkan 1 - 2 menit untuk memastikan gula meleleh merata.


Klepon yang terburu-buru diangkat sering terasa kurang cair di dalam.


Kelapa Parut Penentu Penampilan Klepon





Sumber: pinterest.com 


Kelapa bukan sekadar hiasan, Ia adalah identitas visual klepon, Kelapa parut muda memberikan tampilan putih segar dan tidak cepat berubah warna.

Kelapa tua menghasilkan tekstur kasar, mudah mengering, dan cepat berubah tengik.


Agar kelapa aman seharian, kukus kelapa bersama daun pandan selama 10 menit. Pengukusan membuat kelapa “lebih tenang” dan memperlambat proses fermentasi alami. Suhu panas juga membantu meratakan garam yang ditabur. Sumber: taste.com.au


Kelapa yang baik membuat klepon terlihat hidup. Klepon yang diselimuti kelapa putih bersih seperti salju membuat orang tertarik bahkan sebelum mencobanya.


Efek Daun Pisang pada Penyimpanan


Di pasar tradisional, banyak pedagang menata klepon dalam wadah yang dilapisi daun pisang. Ini bukan sekadar estetika tradisional. Sumber: foodnetwork.com

Daun pisang memiliki lapisan lilin alami yang menjaga kelembapan, Saat klepon ditempatkan di atas daun pisang hangat, permukaan klepon tetap lembut dan tidak mudah mengering.


Daun pisang juga membantu mengatur suhu. Ketika panas ruangan naik, daun pisang menyerap sebagian panas dan melepaskannya perlahan. Klepon jadi lebih tahan terhadap perubahan tekstur.


Perilaku Konsumen Kenapa Klepon Klasik Lebih Laku


Dalam penelitian sederhana yang pernah dilakukan beberapa pelaku UMKM, kejadian menarik muncul.

Konsumen lebih sering membeli klepon rasa pandan ketimbang klepon varian aneh seperti cokelat atau keju, Rasa klasik punya daya tarik emosional.


Orang tidak hanya membeli makanan mereka membeli nostalgia. Klepon klasik mengingatkan orang pada masa kecil, pasar pagi, dan aroma kue tradisional saat hujan turun.


Inilah alasan resep klasik tetap bertahan dan menjadi sumber penghasilan stabil bagi pedagang. Menjual klepon klasik ibarat menjual memori yang meledak manis dalam satu gigitan.


Teknik Packaging Kekinian agar Klepon Tampil 


Untuk pembeli urban, tampilan sangat penting. Klepon yang dikemas asal-asalan akan kalah dengan produk modern. Padahal, modal untuk membuat kemasan menarik relatif rendah.


Ada tiga gaya kemasan populer:


• Kotak mika bening kecil, menampilkan isi secara visual.

• Kotak kertas kraft, memberi kesan ramah lingkungan

• Kemasan bundling 10–20 pcs, cocok untuk pesanan keluarga.


Tambahkan stiker kecil berisi jam produksi dan nomor WhatsApp, Konsumen akan merasa lebih aman membeli makanan yang jelas asalnya.


Menjaga Kualitas Produksi Massal


Produksi sedikit berbeda dari produksi besar, Bila membuat 20 - 30 biji, hampir semua teknik terasa mudah, Namun bila membuat 200 - 500 biji per hari, biasanya ada perbedaan konsistensi.


Untuk menjaga kualitas massal:


  • Siapkan adonan dalam dua batch, bukan sekaligus, Adonan yang terlalu lama dibiarkan di udara akan mengering.
  • Potong gula merah jauh lebih halus agar tidak makan waktu
  • Rebus dalam beberapa panci kecil agar suhu tidak turun drastis
  • Kelola tenaga: satu orang menggulung, satu mengisi gula, satu mengurus rebusan.


Seperti sistem kerja dapur restoran, ritme manusia sangat menentukan hasil akhir.


Strategi Harga yang Tidak Merugikan Pedagang


Harga klepon sering dianggap harus murah, Padahal dengan bahan berkualitas dan teknik profesional, harga bisa sedikit naik tanpa membuat pembeli protes, Kuncinya pada nilai pengalaman.


Untuk jualan, harga ideal per box kecil berkisar pada nilai yang sesuai daerah masing-masing, Yang penting adalah konsistensi kualitas,  Pembeli tidak akan keberatan membayar lebih bila rasa dan tampilan selalu stabil.


Budaya Makan Klepon dalam Keluarga Asia


Klepon sering menjadi hidangan yang disajikan dalam suasana santai, Di banyak rumah, klepon hadir di sore hari, ketika keluarga berkumpul sambil minum teh, Tradisi ini menciptakan hubungan emosional yang kuat.


Kelezatan klepon bukan hanya pada rasanya, tetapi pada momen ketika orang menikmati makanan sederhana bersama orang yang mereka sayangi. Klepon menjadi bagian kecil dari rutinitas yang menenangkan dan mengikat hubungan.


Eksperimen Modern Klepon Versi Vegan dan Gluten-Free


Untuk pasar modern, inovasi terkadang diperlukan, Ada permintaan khusus untuk klepon vegan.

Karena klepon memang tidak memakai susu atau telur, versi vegan hanya perlu memastikan kelapa masih segar dan gula merah murni.


Untuk gluten-free, tepung ketan memang bebas gluten. Namun beberapa pedagang mencampur dengan tepung lain. Versi murni ketan cocok untuk konsumen sensitif gluten. Dengan label jelas, pedagang bisa memperluas pasar.


Klepon Sebagai Produk Warisan Kuliner yang Terancam Pudar


Meski klepon populer, generasi muda mulai terbiasa dengan makanan cepat saji dan dessert modern, Banyak yang tahu klepon, tetapi tidak tahu cara membuatnya. 

Membuat klepon bukan hanya memasak; ini perawatan budaya, Bila resep sederhana seperti ini terus dilestarikan, generasi berikutnya tetap bisa menikmati kenikmatan yang sama.


Penutup Cerita dan Nilai Filosofi Jajanan Pasar Lokal


Klepon tidak sekadar jajanan manis. Ia representasi kejujuran rasa, ketelitian proses, dan kesabaran tangan manusia, Tidak ada jalan pintas untuk membuatnya sempurna. 


Sama seperti hidup, sedikit celah bisa membuat isi gampang bocor. Tapi bila penutupnya rapi, tenaga tepat, dan panasnya pas, hasilnya memuaskan tanpa drama.


Begitulah seni klepon: sederhana, tapi penuh logika dan makna, Dimasak pagi, tetap kenyal hingga sore, Dibeli pelanggan, meninggalkan kesan hangat. 


Dalam dunia yang bergerak cepat, makanan seperti klepon mengingatkan kita bahwa hal kecil yang dibuat dengan hati akan bertahan panjang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Catat Ulasan

Iklan