Dadar Gulung Unti Kelapa Versi Hijau Asli Jajanan Pasar

Dadar Gulung Unti Kelapa Versi Hijau Asli Jajanan Pasar

 

Ditulis oleh: Nahar

Tanggal: 31 Januari 2026

Dadar gulung unti kelapa adalah salah satu ikon jajanan pasar Nusantara yang bertahan lintas generasi.


Daftar Isi:

  1. Pendahuluan
  2. Sejarah Singkat Dadar Gulung
  3. Sejarah Dadar Gulung di Jawa
  4. Sejarah Dadar Gulung di Bali
  5. Sejarah Dadar Gulung di Sumatra
  6. Penyebaran dan Adaptasi Antar Daerah
  7. Filosofi Warna Hijau Alami
  8. Ciri Khas Dadar Gulung Asli Jajanan Pasar
  9. Bahan-Bahan Utama
  10. Takaran Ideal (Standar Pasar)
  11. Cara Membuat Unti Kelapa yang Legit
  12. Cara Membuat Kulit Dadar Hijau Alami
  13. Teknik Menggulung yang Rapi
  14. Kesalahan Umum dan Solusinya
  15. Perbedaan Pandan dan Suji
  16. Variasi Dadar Gulung Nusantara
  17. Nilai Gizi Per Porsi (Estimasi)
  18. Dadar Gulung untuk Ide Usaha
  19. Penyimpanan dan Daya Tahan
  20. Penyajian Modern Tanpa Kehilangan Jati Diri
  21. FAQ Dadar Gulung Unti Kelapa
  22. Penutup

 

  

Duniamakananyok.blogspot.com - Ia sederhana, hijau alami, manis secukupnya, dan aromanya membawa ingatan pada dapur rumah, pasar pagi, dan tampah bambu.


Sejarah Singkat Dadar Gulung




Sumber: Pinterest.com 

 

Jejak dadar gulung dapat ditelusuri dari tradisi membuat dadar (pancake tipis) berbasis tepung beras di Jawa. Isian kelapa parut dimasak dengan gula merah dikenal sebagai unti menjadi pasangan abadi. Warna hijau berasal dari daun pandan atau suji, bukan pewarna sintetis.

Di masa lalu, pewarna alami adalah keniscayaan: aman, harum, dan tersedia.


Baca juga: How to Find the Most Authentic Local Cuisine A Complete Guide toDiscovering True Flavors Around the World

Filosofi Warna Hijau Alami

 

Hijau melambangkan kesegaran dan keseimbangan, Dari sudut pandang kuliner tradisional, warna ini memberi sinyal rasa yang lembut dan tidak agresif, Pandan memberi aroma hangat, sementara suji memberi warna pekat. Kombinasi keduanya menghasilkan hijau yang hidup tanpa terlihat mencolok.

 

Jajanan Pasar

 

Dadar gulung unti kelapa adalah salah satu ikon jajanan pasar Nusantara yang bertahan lintas generasi. Ia sederhana, hijau alami, manis secukupnya, dan aromanya membawa ingatan pada dapur rumah, pasar pagi, dan tampah bambu.

 

Dadar Gulung

 

Dadar gulung bukan sekadar penganan manis, melainkan jejak peradaban dapur masyarakat agraris Nusantara, Ia lahir dari logika sederhana:

  • Tepung beras sebagai hasil utama pertanian padi
  • Kelapa dari pohon serba guna
  • Dan gula merah dari nira.

Kombinasi ini bukan kebetulan, melainkan hasil adaptasi panjang masyarakat terhadap alam sekitar.

 

Pada masa sebelum gula rafinasi dikenal luas, gula aren dan gula kelapa menjadi pemanis utama, Teknik membuat dadar lembaran tipis adonan yang dipanaskan di atas wajan sudah dikenal sejak lama sebagai cara hemat bahan namun mengenyangkan.

Ketika isian unti kelapa diperkenalkan, lahirlah jajanan yang praktis dibawa, mudah dijual di pasar, dan disukai semua lapisan masyarakat.


Dari sinilah dadar gulung berkembang dan menyebar, dengan ciri khas masing-masing daerah namun tetap mempertahankan ruh yang sama:

  1. Sederhana
  2. Alami
  3. Dan jujur rasa.


Dadar Gulung di Jawa

 

Di Jawa, dadar gulung identik dengan pasar tradisional pagi hari, Ia sering hadir berdampingan dengan klepon, kue lapis, dan nagasari.

Filosofi kuliner Jawa yang mengedepankan keseimbangan tercermin jelas di sini:

  • Manis tidak berlebihan
  • Tekstur lembut
  • Dan aroma halus.

 

Penggunaan daun pandan dan suji di Jawa bukan hanya soal warna, Pandan memberi aroma yang menenangkan, sementara suji mempertegas identitas visual.

Dadar gulung Jawa biasanya berukuran sedang, digulung rapi, dan kadang dibiarkan terbuka di satu sisi agar isian terlihat sebuah isyarat kejujuran pada pembeli.

Dalam tradisi hajatan Jawa, dadar gulung kerap masuk dalam jajanan tampah sebagai simbol kelimpahan rezeki, Gulungannya melambangkan harapan hidup yang tertata dan berkesinambungan.

 

Dadar Gulung di Bali

 

Di Bali, dadar gulung berkembang berdampingan dengan tradisi upacara dan sesajen,  Meski bukan komponen utama banten, jajanan berbahan kelapa dan gula aren memiliki tempat khusus dalam keseharian masyarakat.

Versi Bali cenderung menggunakan gula aren dengan aroma lebih tajam dan warna lebih gelap, Kulit dadar bisa sedikit lebih tebal agar tidak mudah robek saat disajikan dalam jumlah besar.

Pandan tetap digunakan, namun aroma kelapa dan gula aren lebih dominan.

 

Menariknya, di beberapa daerah Bali, dadar gulung tidak selalu digulung penuh, Ada yang hanya dilipat sederhana, menyesuaikan fungsi praktisnya sebagai kudapan keluarga, bukan semata-mata komoditas pasar.

 

Dadar Gulung di Sumatra

 

Di Sumatra, khususnya wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya, dadar gulung hadir dengan karakter yang lebih berani, Ukurannya cenderung lebih besar, dengan isian unti yang melimpah,  Gula aren digunakan lebih banyak, menghasilkan rasa manis legit yang kuat.

Hal ini selaras dengan karakter kuliner Sumatra yang kaya rasa dan tidak ragu menunjukkan intensitas, Warna hijau tetap dipertahankan, namun sering kali lebih gelap, Tekstur unti juga sedikit lebih kasar karena kelapa parut tidak terlalu halus.

 

Dadar gulung di Sumatra sering dijadikan bekal perjalanan atau sajian tamu, menandakan keramahan dan kelapangan hati tuan rumah.

 

Penyebaran dan Adaptasi Antar Daerah

 

Meski memiliki perbedaan, dadar gulung di berbagai daerah tetap terikat oleh satu benang merah:

  • Bahan lokal dan teknik sederhana
  • Perbedaan muncul bukan karena resep yang saling menyaingi, melainkan karena adaptasi terhadap selera, budaya, dan ketersediaan bahan.

 

Inilah yang membuat dadar gulung bertahan. Ia lentur secara budaya, seperti kulitnya yang lentur secara tekstur.

Dari Jawa yang halus, Bali yang aromatik, hingga Sumatra yang berani, semuanya sah disebut dadar gulung unti kelapa versi hijau asli jajanan pasar.

 

Filosofi Warna Hijau Alami

 

Hijau melambangkan kesegaran dan keseimbangan,  Dari sudut pandang kuliner tradisional, warna ini memberi sinyal rasa yang lembut dan tidak agresif.

Pandan memberi aroma hangat, sementara suji memberi warna pekat, Kombinasi keduanya menghasilkan hijau yang hidup tanpa terlihat mencolok.

 

Ciri Khas Dadar Gulung Asli Jajanan Pasar:

 

  1. Kulit tipis, lentur, tidak mudah sobek
  2. Warna hijau alami, tidak neon
  3. Isian unti lembap, legit, tidak basah
  4. Aroma pandan nyata
  5. Manis seimbang, tidak enek

 

Bahan-Bahan Utama:


  • Kulit Dadar
  • Tepung beras kualitas baik
  • Tepung tapioka (opsional, untuk elastisitas)
  • Santan encer
  • Air perasan pandan/suji
  • Garam
  • Minyak untuk olesan
  • Isian Unti Kelapa
  • Kelapa parut setengah tua
  • Gula merah sisir
  • Gula pasir (opsional, penyeimbang)
  • Daun pandan
  • Garam
  • Takaran Ideal (Standar Pasar).

 

Takaran disusun untuk hasil konsisten dan mudah diskalakan:

 

Kulit

  • 200 g tepung beras
  • 20 g tapioka
  • 500 ml santan encer
  • 100 ml air pandan/suji
  • 1/2 sdt garam

 

Bahan-bahan :

 

  • 300 g kelapa parut
  • 200 g gula merah
  • 1 lembar daun pandan
  • Sejumput garam


Cara Membuat Unti Kelapa yang Legit:

  1. Masak gula merah dengan sedikit air dan pandan hingga larut
  2. Masukkan kelapa parut dan garam
  3. Aduk api kecil hingga lembap, tidak berair, dan berkilau
  4. Angkat, dinginkan.

 

Catatan penting: Unti yang terlalu basah akan merusak kulit.

 

Cara Membuat Kulit Dadar Hijau Alami:

 

  • Campur tepung beras, tapioka, dan garam
  • Tuang santan dan air pandan bertahap sambil diaduk
  • Saring adonan agar halus
  • Panaskan wajan datar, oles tipis minyak
  • Tuang satu sendok sayur, ratakan, masak satu sisi saja.

 

Teknik Menggulung yang Rapi:

 

  • Letakkan unti di sisi bawah kulit
  • Lipat bawah ke atas, rapatkan
  • Gulung sambil menekan lembut
  • Lipat sisi kiri-kanan bila ingin model tertutup.

 

Kesalahan Umum dan Solusinya:

 

  1. Kulit pecah: adonan terlalu kental → tambah cairan
  2. Warna pucat: kurang pandan/suji → tambah ekstrak segar
  3. Unti basah: gula belum menyusut → masak lebih lama

 

Perbedaan Pandan dan Suji

 

  • Pandan: aroma kuat, warna hijau muda
  • Suji: warna hijau pekat, aroma netral Kombinasi terbaik: 70% pandan, 30% suji.

 

Variasi Dadar Gulung Nusantara


  • Jawa, Manis lembut, unti halus
  • Bali, Kadang diberi gula aren lebih pekat
  • Sumatra, Ukuran lebih besar, rasa manis berani.

 

Nilai Gizi Per Porsi (Estimasi):

 

  • Karbohidrat: sumber energi
  • Lemak: dari santan dan kelapa
  • Serat: dari kelapa parut

 

Dadar Gulung untuk Ide Usaha

Keunggulan:

 

  • Modal rendah
  • Bahan lokal
  • Disukai lintas usia


Tips Jualan:

  1. Gunakan kemasan daun pisang
  2. Jual pagi hari
  3. Jaga konsistensi rasa
  4. Penyimpanan dan Daya Tahan
  5. Suhu ruang: 6 - 8 jam
  6. Kulkas: 24 jam (hangatkan kukus).

 

Penyajian Modern Tanpa Kehilangan Jati Diri:

 

  • Piring keramik polos
  • Taburan kelapa muda
  • Daun pandan sebagai garnish.


Ciri Khas Dadar Gulung Asli Jajanan Pasar

 

  1.  Kulit tipis, lentur, tidak mudah sobek
  2.  Warna hijau alami, tidak neon
  3.  Isian unti lembap, legit, tidak basah
  4.  Aroma pandan nyata
  5.  Manis seimbang, tidak enek.

 

Bahan-Bahan Utama:

 

Kulit Dadar

  •  Tepung beras kualitas baik
  •  Tepung tapioka (opsional, untuk elastisitas)
  •  Santan encer
  •  Air perasan pandan/suji
  •  Garam
  •  Minyak untuk olesan

 

Isian Unti Kelapa:

 

  •  Kelapa parut setengah tua
  •  Gula merah sisir
  •  Gula pasir (opsional, penyeimbang)
  •  Daun pandan
  •  Garam

 

Takaran Ideal (Standar Pasar)

 

Takaran disusun untuk hasil konsisten dan mudah diskalakan.

 

Bahan Lainnya:

 

  •  200 g tepung beras
  •  20 g tapioka
  •  500 ml santan encer
  •  100 ml air pandan/suji
  •  1/2 sdt garam

 

Bahan-Bahan:

 

  •  300 g kelapa parut
  •  200 g gula merah
  •  1 lembar daun pandan
  •  Sejumput garam.

 

Cara Membuat Unti Kelapa yang Legit:

 

1. Masak gula merah dengan sedikit air dan pandan hingga larut.

2. Masukkan kelapa parut dan garam.

3. Aduk api kecil hingga lembap, tidak berair, dan berkilau.

4. Angkat, dinginkan.

 

Catatan penting: Unti yang terlalu basah akan merusak kulit.

 

Cara Membuat Kulit Dadar Hijau Alami:

 

1. Campur tepung beras, tapioka, dan garam.

2. Tuang santan dan air pandan bertahap sambil diaduk.

3. Saring adonan agar halus.

4. Panaskan wajan datar, oles tipis minyak.

5. Tuang satu sendok sayur, ratakan, masak satu sisi saja.

 

Teknik Menggulung yang Rapi:

 

  1.  Letakkan unti di sisi bawah kulit.
  2.  Lipat bawah ke atas, rapatkan.
  3.  Gulung sambil menekan lembut.
  4.  Lipat sisi kiri-kanan bila ingin model tertutup.

 

Kesalahan Umum dan Solusinya:

 

  1.  Kulit pecah: adonan terlalu kental → tambah cairan
  2.  Warna pucat: kurang pandan/suji → tambah ekstrak segar
  3.  Unti basah: gula belum menyusut → masak lebih lama

 

Perbedaan Pandan dan Suji:

 

  •  Pandan: aroma kuat, warna hijau muda
  •  Suji: warna hijau pekat, aroma netral
  •  Kombinasi terbaik: 70% pandan, 30% suji.


Baca juga: 25 Jenis Minuman Tradisional Indonesia yang Wajib Kamu Coba SekaliSeumur Hidup

Variasi Dadar Gulung Nusantara

 


Sumber: Pinterest.com 


  1. Jawa, Manis lembut, unti halus
  2. Bali, Kadang diberi gula aren lebih pekat
  3. Sumatra, Ukuran lebih besar, rasa manis berani.


Nilai Gizi Per Porsi (Estimasi)

 

  •  Karbohidrat: sumber energi
  •  Lemak: dari santan dan kelapa
  •  Serat: dari kelapa parut

 

Dadar Gulung untuk Ide Usaha

 

Keunggulan:

 

  1.  Modal rendah
  2.  Bahan lokal
  3.  Disukai lintas usia

 

Tips Jualan:

 

  1.  Gunakan kemasan daun pisang
  2.  Jual pagi hari
  3.  Jaga konsistensi rasa

 

Penyimpanan dan Daya Tahan

 

  •  Suhu ruang: 6 - 8 jam
  •  Kulkas: 24 jam (hangatkan kukus)

 

Penyajian Modern Tanpa Kehilangan Jati Diri

 

  •  Piring keramik polos
  •  Taburan kelapa muda
  •  Daun pandan sebagai garnish

 

FAQ Dadar Gulung Unti Kelapa

 

  1. Apakah bisa tanpa santan? Bisa, rasa berkurang?
  2. Bolehkah pakai pewarna? Bisa, tapi versi asli tidak?
  3. Apakah bisa tanpa santan? Bisa, rasa berkurang?
  4. Bolehkah pakai pewarna? Bisa, tapi versi asli tidak?

 

Penutup

 

Dadar gulung unti kelapa versi hijau asli bukan sekadar jajanan, ia adalah arsip rasa, Dengan teknik tepat dan bahan jujur, kelezatan klasik ini tetap relevan di era modern baik di pasar tradisional maupun di etalase digital.

Dadar gulung unti kelapa versi hijau asli bukan sekadar jajanan; ia adalah arsip rasa, Dengan teknik tepat dan bahan jujur, kelezatan klasik ini tetap relevan di era modern baik di pasar tradisional maupun di etalase digital.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Catat Ulasan

Iklan