Resep Dadar Gulung Isi Unti Kelapa Jajanan Pasar Lembut dan Manis yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu
Ditulis oleh: Only Pioneer
Diperbarui: 28 Oktober 2025
Ada aroma yang bisa langsung membawa kita pulang, bahkan tanpa tiket pesawat atau selembar kartu pos, Salah satunya adalah harum pandan dan gula merah yang menguar dari dapur saat membuat dadar gulung isi unti kelapa.
Harum Pandan yang Membawa Pulang Kenangan
Jajanan pasar klasik ini bukan sekadar penganan manis ia adalah potongan kecil dari masa kecil, kenangan di teras rumah nenek, dan nostalgia yang lembut menggulung lidah.
Bagi banyak orang Indonesia, dadar gulung bukan hanya makanan, tapi simbol kehangatan dan keaslian. Teksturnya lembut, isinya manis gurih, dan warnanya hijau alami dari daun pandan. Di tengah gempuran dessert modern, siapa sangka si dadar gulung ini tetap bertahan, bahkan kini tampil elegan di hotel dan kafe bergengsi?
Mari kita kulik tuntas resep, teknik, serta cerita di balik jajanan pasar yang tak lekang oleh waktu ini—mulai dari bahan dasar, rahasia unti kelapa legit, hingga tips agar kulit tidak mudah sobek.
Baca juga: Resep Kue Pukis Tradisional Enak dan Mudah: Panduan Lengkap Anti Gagal (Update 2025)
Sejarah Singkat Dadar Gulung Dari Dapur Tradisional ke Meja Modern
Dadar gulung adalah jajanan yang berasal dari akar kuliner Nusantara, terutama Jawa dan Bali. Namanya diambil dari dua kata sederhana: dadar (yang berarti adonan telur atau tepung yang dimasak tipis di wajan) dan gulung (karena disajikan dengan menggulung isi di dalamnya).
Zaman dahulu, jajanan ini dibuat sebagai hidangan selamatan, kenduri, atau acara keluarga. Kelapanya diambil dari pohon di halaman rumah, dan gulanya dimasak perlahan dalam wajan tanah liat. Warna hijaunya bukan dari pewarna buatan, melainkan dari air perasan daun pandan dan suji. Itulah sebabnya aroma khasnya begitu menenangkan.
Kini, versi modern dadar gulung bisa ditemui dalam berbagai bentuk—dari versi mini isi cokelat, hingga versi premium berlapis keju dan durian. Namun satu hal tak berubah: rasa klasik unti kelapa dengan gula merah tetap menjadi bintang utama.
Bahan-Bahan Dasar Sederhana Tapi Harus Presisi
Salah satu rahasia kelezatan jajanan pasar adalah bahan yang digunakan. Dadar gulung memang terlihat mudah, tapi keseimbangannya rumit: sedikit saja proporsi keliru, kulit bisa terlalu tebal, keras, atau robek saat digulung. Berikut bahan-bahan yang digunakan:
Bahan Kulit Dadar:
- 200 gram tepung terigu protein sedang
- 2 butir telur ayam
- 400 ml santan encer
- 2 sdm minyak goreng
- ½ sdt garam
- 5 helai daun pandan dan 5 helai daun suji, blender dengan 100 ml air, lalu saring untuk pewarna alami
Bahan Isi (Unti Kelapa):
- 250 gram kelapa parut setengah tua
- 150 gram gula merah, sisir halus
- 50 gram gula pasir
- 1 lembar daun pandan, simpulkan
- 50 ml air
- Sejumput garam.
Catatan penting: gunakan kelapa setengah tua—jangan terlalu muda karena rasanya kurang gurih, tapi jangan juga terlalu tua agar tekstur unti tidak kasar.
Rahasia Membuat Unti Kelapa Legit dan Tidak Basah
Bagian isi atau unti adalah jiwa dari dadar gulung. Banyak orang gagal di sini karena isinya terlalu basah, cepat basi, atau terlalu manis.
Kunci suksesnya adalah memasak gula merah hingga agak mengental sebelum kelapa masuk. Begini langkah tepatnya:
- Rebus air, gula merah, gula pasir, daun pandan, dan garam hingga mendidih,
- Setelah gula larut dan agak mengental, saring bila perlu untuk membuang kotoran,
- Masukkan kelapa parut, aduk rata di api kecil,
- Masak hingga air benar-benar surut, tapi jangan sampai gosong. Unti yang ideal lembap, tidak berminyak, dan mudah dipadatkan,
- Dinginkan sebelum digunakan sebagai isi.
Tips tambahan:
Tambahkan sedikit daging kelapa muda bila ingin hasil unti lebih lembut dan beraroma alami. Jangan memasak dengan api besar karena gula bisa cepat gosong dan meninggalkan rasa pahit.
Membuat Kulit yang Tipis, Lembut, dan Tidak Mudah Sobek
Kunci keindahan dadar gulung adalah kulitnya. Kulit yang lembut tapi elastis adalah hasil dari kombinasi tepat antara tepung, santan, dan telur.
Langkah-langkah membuat kulit dadar gulung:
- Kocok telur dan garam hingga rata,
- Tambahkan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar tidak menggumpal,
- Masukkan tepung terigu, aduk hingga halus,
- Tambahkan air pandan-suji, aduk kembali hingga rata,
- Saring adonan untuk memastikan tidak ada gumpalan tepung,
- Panaskan wajan anti lengket, olesi tipis minyak, tuang satu sendok sayur adonan,
- Ratakan hingga tipis. Masak satu sisi saja hingga matang,
- Angkat perlahan, letakkan di piring datar.
Rahasia tekstur lembut:
Tambahkan 1 sdm minyak ke dalam adonan, Selain membuat kulit lentur, ini mencegah kulit menempel di wajan, Jika kulit terasa kering, itu tanda api terlalu besar turunkan suhu agar hasil tetap halus.
Teknik Menggulung yang Cantik dan Tidak Bocor
Menggulung dadar gulung bukan sekadar lipat-lipat adonan. Ada seni kecil di baliknya—kalau salah teknik, isi bisa bocor atau bentuknya jadi miring.
Berikut cara menggulung yang benar:
- Letakkan selembar kulit di atas piring datar dengan sisi licin menghadap bawah,
- Taruh 1 sdm unti kelapa di tengah bagian bawah kulit,
- Lipat bagian bawah ke atas menutupi unti,
- Lipat sisi kanan dan kiri ke tengah,
- Gulung perlahan ke atas hingga padat dan rapi,
- Pastikan sambungan berada di bawah agar tidak terbuka.
Dadar gulung yang sempurna tampak rata, berwarna hijau lembut, dan menggoda dengan aroma pandan yang harum.
Rahasia Dapur Profesional Variasi dan Eksperimen Rasa
Chef modern kini suka bereksperimen dengan resep klasik, Dadar gulung pun tak luput dari inovasi.
Berikut beberapa ide kreatif tanpa merusak keaslian:
- Dadar Gulung Cokelat Keju: Tambahkan cokelat bubuk ke adonan kulit, isi dengan unti kelapa bercampur parutan keju,
- Dadar Gulung Pandan Durian: Ganti sebagian isi dengan daging durian lembut, cocok bagi pencinta rasa tajam dan manis legit,
- Dadar Gulung Hitam Manis: Gunakan arang bambu aktif atau ketan hitam bubuk untuk warna eksotis,
- Mini Dadar Gulung Snack Box: Ukuran mini isi sedikit unti, ideal untuk acara katering atau hampers.
Eksperimen boleh, tapi ingat: esensi dadar gulung tetap pada keseimbangan rasa manis-gurih dan kelembutan kulit.
Tips Menyimpan Dadar Gulung Agar Tetap Lembut
Banyak yang mengeluh kulit dadar gulung cepat kering atau lengket. Ini bisa diatasi dengan cara penyimpanan yang tepat:
- Simpan dalam wadah tertutup rapat,
- Letakkan daun pisang atau plastik makanan di antara tiap lapisan agar tidak saling menempel,
- Hindari menaruh di kulkas terlalu lama karena kulit akan mengeras,
- Bila harus disimpan semalam, panaskan sebentar dengan kukusan agar tekstur kembali lembut.
Untuk jualan atau stok katering, buat unti kelapa sehari sebelumnya, simpan dalam wadah kedap udara di kulkas, baru besoknya isi ke kulit yang baru dimasak.
Nilai Gizi dan Manfaat Dadar Gulung
Meski dadar gulung tergolong jajanan manis, bahan-bahannya menyimpan nilai gizi alami:
- Kelapa parut kaya serat dan lemak baik,
- Gula merah mengandung mineral seperti zat besi dan magnesium,
- Daun pandan dan suji memiliki antioksidan dan aroma terapi alami,
- Telur dan santan memberi protein serta energi.
Asalkan tidak dikonsumsi berlebihan, dadar gulung tetap bisa menjadi camilan sehat tradisional yang menenangkan pikiran dan memberi energi alami.
Dadar Gulung Sebagai Peluang Usaha Jajanan Pasar
Di balik kelembutannya, dadar gulung juga menyimpan peluang ekonomi manis, Tren kuliner nostalgia sedang naik daun orang ingin kembali mencicipi jajanan tradisional yang autentik.
Beberapa ide bisnis yang bisa dikembangkan:
- Jualan online dadar gulung varian rasa (pandan, cokelat, keju, durian),
- Kelas online membuat jajanan pasar klasik,
- Produk beku dadar gulung siap kukus,
- Kemasan premium untuk hampers tradisional.
Dengan tampilan yang menarik dan branding modern, dadar gulung bisa bersaing dengan dessert luar negeri.
Keunggulannya: bahan murah, proses mudah, dan cita rasa tak lekang oleh waktu.
Makna Filosofis di Balik Gulungan Manis
Dadar gulung bukan hanya makanan ia bisa dibaca sebagai filosofi hidup, Kulit lembut yang membungkus isi manis adalah simbol kesabaran yang membungkus kebahagiaan, Setiap lapisan gulungannya seperti perjalanan hidup kadang rumit, tapi menyimpan rasa hangat di dalamnya.
Bagi generasi lama, jajanan ini adalah pengingat masa kecil, Bagi generasi baru, ia adalah jembatan ke akar budaya, Di tengah arus makanan cepat saji, dadar gulung adalah pelan tapi pasti seperti senyum ibu yang menyiapkan bekal pagi hari.
Filosofi di Balik Warna Hijau Dadar Gulung Simbol Alam dan Ketenangan
Warna hijau pada dadar gulung bukan sekadar cantik di mata, tapi juga punya makna mendalam, Dalam filosofi Jawa, hijau melambangkan kesuburan, keseimbangan, dan ketenangan batin, Tidak heran jajanan ini kerap hadir dalam upacara tradisional seperti selametan, mitoni, hingga syukuran panen.
Hijau alami dari daun pandan dan daun suji menjadi bukti bahwa keindahan sejati berasal dari alam, bukan dari pewarna buatan.
Ketika adonan hijau muda dituangkan ke wajan panas dan menebarkan aroma pandan, ada sensasi tenang yang tak bisa digantikan.
Itulah seni kuliner Nusantara setiap warna, rasa, dan aroma punya makna simbolik yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari.
Bahkan di era modern, ketika pewarna sintetis mudah didapat, banyak pembuat jajanan tetap memilih ekstrak pandan asli.
Selain demi cita rasa, ini juga menandakan penghormatan terhadap tradisi kuliner nenek moyang yang bijak dan beretika.
Pandan dan Suji Dua Daun Sakti di Dapur Indonesia
Mari kita berbicara sedikit lebih dalam tentang dua daun yang sering jadi pahlawan tanpa tanda jasa: pandan dan suji.
Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) memiliki aroma khas yang muncul dari senyawa 2-acetyl-1-pyrroline senyawa yang juga ditemukan dalam beras wangi Thailand, Itulah sebabnya aroma pandan terasa menenangkan dan menggoda, Pandan juga memiliki sifat antioksidan dan antimikroba alami.
Daun suji (Pleomele angustifolia) berbeda tidak beraroma kuat, tetapi kaya pigmen hijau alami yang memberi warna cantik dan tahan lama.
Ketika dua daun ini digabung, hasilnya sempurna: warna alami dari suji dan aroma harum dari pandan, Kombinasi ini menjadi “DNA khas” dari berbagai jajanan pasar, mulai dari klepon, kue lumpur, hingga, tentu saja, dadar gulung.
Secara ilmiah, kedua daun ini juga rendah toksin dan tinggi klorofil bahan alami yang membantu detoksifikasi tubuh.
Maka dari itu, jajanan tradisional seperti dadar gulung sebenarnya sudah sangat sustainable dan healthy-friendly, jauh sebelum istilah “organik” menjadi tren global.
Tekstur dan Sensasi Mengapa Dadar Gulung Begitu Memikat Lidah
Dadar gulung punya keseimbangan yang jarang ditemukan pada jajanan lain: lembut, manis, gurih, dan harum sekaligus.
Secara sensorik, makanan ini memenuhi empat elemen kenikmatan kuliner:
- Visual: warna hijau lembut dengan unti cokelat keemasan,
- Aroma: perpaduan pandan dan gula merah yang menenangkan,
- Tekstur: kulit lentur yang menyatu dengan isian kelapa lembut,
- Rasa: manis alami gula merah berpadu gurih kelapa dan santan.
Saat digigit, ada momen kecil yang membuat otak kita “berhenti sejenak” campuran tekstur dan aroma menimbulkan efek relaksasi alami, Itulah mengapa jajanan ini sering membuat orang nostalgia, karena rasa dan aroma langsung terhubung dengan kenangan masa kecil.
Bahkan, penelitian kuliner menunjukkan bahwa makanan dengan tekstur lembut dan aroma alami sering memicu hormon serotonin, yang meningkatkan rasa bahagia. Jadi, bisa dibilang, dadar gulung bukan sekadar camilan tapi terapi rasa bahagia versi tradisional.
Kisah Penjual Dadar Gulung Wajah-Wajah Pagi di Pasar Tradisional
Bayangkan pagi hari di pasar aroma santan rebus dan pandan menguap di udara, tangan-tangan cekatan menata kue di daun pisang, dan suara ibu penjual memanggil pelanggan langganan, Di tengah keramaian itu, selalu ada satu wadah berisi dadar gulung hijau yang tampak berkilau dari embun pagi.
Penjual dadar gulung bukan sekadar pedagang; mereka adalah penjaga budaya kuliner.
Setiap pagi, mereka bangun sebelum subuh, menyiapkan unti kelapa dengan sabar, menggulung satu per satu dadar dengan cinta, lalu menjajakannya dengan senyum hangat.
Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya pekerjaan kecil, Tapi bagi pelestari jajanan pasar, itu adalah bentuk pengabdian terhadap cita rasa dan tradisi bangsa.
Di tengah serbuan aplikasi makanan cepat saji, mereka tetap berdiri dengan semangat yang sama membuktikan bahwa kelezatan sejati tidak tergantikan oleh algoritma.
Dadar Gulung di Dunia Modern Dari Pasar ke Media Sosial
Uniknya, jajanan pasar kini sedang rebranding berkat kekuatan media sosial, Generasi muda yang dulu lebih akrab dengan boba dan croffle, kini mulai mengagumi kembali jajanan seperti dadar gulung karena tampil dalam video reels dan TikTok aesthetic.
Banyak food creator yang membuat konten slow cooking ASMR tentang dadar gulung menyorot suara lembut saat kulit dituang, aroma pandan yang terbayang, dan tangan yang menggulung dengan presisi.
Fenomena ini mengangkat kembali citra kuliner tradisional menjadi sesuatu yang “Instagrammable”.
Bahkan sejumlah kafe modern di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta mulai menyajikan “fusion dadar gulung latte” atau “mini pandan crepe roll”.
Mereka menambahkan krim vanila, susu kental manis, atau topping keju, tapi tetap mempertahankan aroma pandan dan isian kelapa.
Inovasi ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional bisa bertahan asal berani beradaptasi dengan cita rasa zaman tanpa kehilangan jati diri.
Panduan Menjual Dadar Gulung Secara Online
Sekarang kita bicara bisnis.
Menjual dadar gulung di era digital tak lagi sebatas membuka lapak di pasar, Dengan strategi digital yang tepat, kamu bisa menjualnya ke seluruh Indonesia.
Berikut strategi yang terbukti efektif:
- Optimasi Produk di Google Business Profile.
- Gunakan foto dadar gulung yang cerah, beresolusi tinggi, dan alami (tanpa filter berlebihan). Cantumkan kata kunci “Jual Dadar Gulung Pandan Isi Unti Kelapa Enak di [Nama Kota]”.
- Gunakan Blog Kuliner sebagai Promosi.
- Dunia Browsing misalnya, bisa menulis kisah di balik resep, manfaat bahan alami, dan foto proses pembuatan. Artikel semacam ini disukai Google karena storytelling + edukatif.
- Kampanye Media Sosial Organik.
- Gunakan konten video pendek yang memperlihatkan proses membuat unti kelapa atau menggulung adonan. Beri narasi lembut seperti “Harumnya pandan pagi ini mengingatkanku pada masa kecil.”
- Kolaborasi dengan Influencer Kuliner Lokal.
- Cukup kirimkan beberapa dadar gulung sebagai food gift, Testimoni video mereka bisa menaikkan kredibilitas secara organik.
- Integrasi AdSense pada Blog Resep.
- Artikel resep seperti ini bisa menjadi monetization asset jangka panjang karena:
- Tidak melanggar hak cipta (semua orisinal),
- Mengandung kata kunci pencarian tinggi,
- Relevan dengan advertiser kategori kuliner, rumah tangga, dan lifestyle.
Dadar Gulung Sebagai Media Edukasi Kuliner Anak
Ada cara menarik mengenalkan budaya kuliner Nusantara kepada anak-anak lewat dapur keluarga.
Mengajak anak membuat dadar gulung bisa jadi pelajaran hidup yang menyenangkan mengajarkan kesabaran, kebersihan, dan kebanggaan terhadap makanan lokal.
Langkah sederhananya:
- Ajak anak mencampur adonan dan memilih daun pandan,
- Biarkan mereka menuang adonan di wajan kecil (tentu dengan pengawasan),
- Ceritakan bahwa setiap lipatan dadar gulung mengandung filosofi ketekunan.
Anak-anak cenderung lebih menghargai makanan yang mereka bantu buat, Dari sinilah lahir generasi penerus pecinta kuliner lokal, Siapa tahu kelak salah satu dari mereka menjadi chef nasional yang mengangkat jajanan pasar ke kancah dunia?
Fakta Menarik Tentang Dadar Gulung di Nusantara
Tahukah kamu bahwa bentuk dan sebutan dadar gulung berbeda di tiap daerah?
- Di Jawa Timur, kadang disebut dadar klopo gulung dengan isian lebih kering,
- Di Bali, dikenal sebagai dadar unti, sering disajikan saat upacara keagamaan,
- Di Sumatera, variasinya disebut ketayap dibuat dengan santan lebih kental dan warna lebih hijau pekat,
- Di Malaysia dan Singapura, jajanan ini populer dengan nama Kuih Dadar atau Kuih Ketayap.
Semua versi punya inti yang sama kulit pandan lembut dan isi kelapa gula merah, Perbedaan hanya pada proporsi bahan dan tingkat kelembapan unti.
Itulah keindahan kuliner Nusantara beragam tapi tetap satu rasa: manis dan lembut.
Baca juga: Tips Sukses Jualan Jajanan Kue Leker Laris Manis Setiap Hari
Dadar Gulung Sebagai Warisan Kuliner UNESCO di Masa Depan
Beberapa negara telah berhasil mendaftarkan kuliner mereka ke UNESCO sebagai warisan budaya takbenda seperti kimchi dari Korea, sushi dari Jepang, dan pizza dari Italia.
Bayangkan jika suatu hari nanti, Indonesia mengajukan dadar gulung sebagai kandidat warisan dunia.
Alasannya sangat kuat:
- Bahan alami dan teknik tradisional turun-temurun,
- Nilai budaya yang melekat dalam ritual dan acara adat,
- Filosofi keseimbangan rasa dan harmoni alam,
- Mungkin terdengar sederhana, tapi di balik gulungan hijau itu, tersimpan kisah panjang tentang budaya, alam, dan cinta terhadap tanah air..
Mendaftarkan jajanan seperti dadar gulung bukan sekadar melestarikan resep, tapi juga menjaga jati diri bangsa dari erosi globalisasi rasa.
Penutup Menggulung Cinta, Merajut Rasa
Dadar gulung mengajarkan kita bahwa kesempurnaan tidak selalu datang dari hal besar.
Kadang justru dari sesuatu yang sederhana kelapa parut, gula merah, dan daun pandan asal dibuat dengan hati dan ketelatenan.
Ketika kulit hijau lembut membungkus isi manis di dalamnya, itu bukan hanya camilan. Itu adalah bentuk cinta yang bisa dimakan, rasa yang bisa dikenang.
Dan di setiap gigitan, ada cerita tentang tangan-tangan yang sabar, aroma masa kecil, dan budaya yang hidup di setiap dapur Indonesia.
Ketika semua bahan berpadu sempurna, hasilnya bukan sekadar makanan, tapi cerita yang bisa dinikmati bersama keluarga. Dadar gulung adalah bentuk cinta yang dibungkus sederhana namun berisi kaya makna.
Setiap gigitan mengingatkan bahwa kelezatan sejati tak selalu butuh kemewahan, Kadang cukup dengan kelapa, gula merah, dan daun pandan semuanya hasil bumi kita sendiri.








0 comments:
Catat Ulasan