Resep Kue Pukis Tradisional Enak dan Mudah: Panduan Lengkap Anti Gagal (Update 2025)
Ditulis oleh : Resep Jajanan Pasar Lokal : 22 September 2025
Resep kue pukis tradisional enak dan mudah dengan langkah sederhana, empuk, mengembang, cocok untuk pemula dan usaha rumahan.
Sumber: pinterest.com
Kue pukis adalah camilan tradisional Indonesia yang tak lekang oleh waktu, Berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, kue ini dikenal karena teksturnya yang empuk, rasa gurih-manis, dan aroma santan yang khas.
Dengan topping sederhana seperti meses cokelat, keju, hingga kacang, kue pukis menjadi favorit dari anak kecil sampai orang dewasa.
Di era modern tahun 2025, saat kuliner serba kekinian bermunculan, kue pukis tetap mempertahankan eksistensinya.
Tidak hanya dijual di pasar tradisional, kini banyak penjual mengemas pukis dengan tampilan modern dan topping variatif agar menarik generasi muda.
Panduan lengkap, dari resep dasar, rahasia anti gagal, sejarah, manfaat, hingga peluang bisnis kue pukis.
Mari kita selami dunia kuliner tradisional yang sederhana namun penuh makna ini.
Baca juga: Cara Membuat Kue Pukis Empuk dan Mengembang (Resep Lengkap, Anti Gagal, Update 2025)
Bahan dan Alat Membuat Kue Pukis Tradisional
Bahan Utama
- 250 gram tepung terigu protein sedang,
- 150 gram gula pasir,
- 2 butir telur ayam segar,
- 1 sdt ragi instan,
- 200 ml santan kental hangat,
- ½ sdt garam,
- 1 sdt vanili bubuk.
Bahan Topping
- Meses cokelat,
- Keju parut,
- Kacang tanah sangrai cincang,
Alat Sederhana
- Cetakan pukis,
-Whisk atau mixer,
- Baskom adonan,
- Sendok sayur,
- Lap untuk menutup cetakan.
Alat ini mudah ditemukan di rumah, jadi membuat pukis tidak perlu investasi besar.
Langkah-Langkah Membuat Kue Pukis Empuk dan Mengembang
Aktifkan Ragi
Campurkan ragi dengan 2 sdm air hangat dan sedikit gula. Tunggu hingga berbusa.
Kocok Telur dan Gula
Masukkan telur dan gula ke dalam baskom. Kocok hingga pucat dan mengembang.
Tambahkan Tepung dan Santan
Masukkan tepung sedikit demi sedikit sambil ditambahkan santan hangat. Aduk rata.
Masukkan Ragi dan Bumbu
Tambahkan larutan ragi, vanili, dan garam. Aduk hingga homogen.
Diamkan Adonan
Tutup dengan kain bersih, biarkan 30–45 menit hingga adonan naik 2x lipat.
Panggang di Cetakan
Panaskan cetakan, olesi margarin. Tuang adonan hingga ¾ penuh.
Tambahkan Topping
Setelah setengah matang, taburi topping sesuai selera.
Sajikan Hangat
Angkat setelah bagian bawah berwarna kecokelatan.
Rahasia Kue Pukis Empuk dan Anti Gagal
Gunakan santan hangat, bukan dingin, agar adonan lebih lembut.
Jangan overmix adonan setelah menambahkan tepung.
Istirahatkan adonan agar ragi bekerja maksimal.
Gunakan api kecil supaya matang merata.
Sejarah dan Filosofi Kue Pukis
Kue pukis berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. Konon, nama "pukis" berasal dari bentuk cetakan setengah lingkaran yang unik. Pada masa lalu, kue ini sering disajikan dalam acara adat dan hajatan sebagai simbol kebersamaan.
Filosofi pukis ada pada keberagamannya: adonan dasar sama, tapi topping berbeda-beda. Sama seperti masyarakat Indonesia yang beragam namun tetap satu.
Variasi Kue Pukis di Era Modern
- Pukis Pandan → hijau alami dengan pasta pandan
- Pukis Cokelat → campuran bubuk cokelat ke adonan
- Pukis Ekonomis → pakai susu cair sebagai pengganti santan
- Pukis Premium → topping Nutella, Oreo, matcha, Biscoff.
Tips Penyajian dan Penyimpanan
Simpan pukis dalam wadah tertutup agar tetap lembut.
Untuk jualan, bungkus dengan plastik food grade.
Hangatkan sebentar di microwave sebelum disajikan.
Nilai Gizi Kue Pukis
- Karbohidrat dari tepung → sumber energi
- Protein dari telur → baik untuk pertumbuhan
- Lemak sehat dari santan → menambah rasa gurih
- Topping menambah variasi vitamin & mineral.
Peluang Bisnis Kue Pukis
- Kue pukis punya nilai jual tinggi karena bahan murah dan disukai semua kalangan,
- Modal awal: Rp 70.000 → hasil ±70 potong pukis,
- Harga jual: Rp 2.500 - 3.000 per potong,
- Omzet: Rp 175.000 - 200.000 per hari,
- Keuntungan: Bisa lebih besar jika dijual online (GoFood, GrabFood, ShopeeFood).
Strategi promosi:
- Foto produk menarik untuk Instagram,
- Jual paket “pukis mix topping”,
- Branding dengan nama unik, misalnya Pukis Lumer Banyumas.
Coba juga: Cara Membuat Kue Pukis Empuk dan Mengembang (Resep Lengkap, Anti Gagal, Update 2025)
pukis cocok menjadi side menu untuk bisnis minuman.
Prediksi Tren Kue Pukis 2025 - 2026
Sumber: pexels.com
Arah perkembangan kuliner tradisional biasanya mengikuti pola kombinasi antara nostalgia dan inovasi, Pukis kemungkinan akan mengarah ke:
1. Pukis Sehat Rendah Gula
Kesadaran akan gula tinggi terus meningkat, Varian sehat dengan pemanis stevia atau gula aren bisa menjadi tren baru.
2. Pukis Beku (Frozen)
Produk beku mudah dipasarkan secara online, Pembeli tinggal memanggang ulang, Pukis frozen bisa bertahan 3 - 7 hari di freezer jika dikemas baik.
3. Packaging Premium untuk Gift Set
Kotak cantik dengan isi 10 - 12 pukis bisa menjadi hadiah sederhana namun berkesan, Tren hampers yang makin ramai membuat produk ini berpeluang besar.
4. Kolaborasi Brand
Pukis x Kopi, Pukis x Minuman kekinian, hingga Pukis x UMKM cokelat, Kolaborasi sederhana sering meningkatkan sorotan di media sosial.
Dengan strategi tepat, pukis dapat melampaui batas sebagai jajanan pasar dan menjadi produk komersial modern.
Evolusi Kue Pukis Dari Dapur Tradisional ke Industri Kuliner Modern
Kue pukis mengalami perjalanan panjang sebelum menjadi jajanan yang mudah ditemui di pasar, kedai kaki lima, hingga booth modern di pusat perbelanjaan, Di masa lalu, kue ini dibuat memakai tungku tanah liat dengan arang sebagai sumber panas.
Aroma harum santan dan gula merah yang terbakar di udara sering kali memancing tetangga datang hanya untuk mencicipi satu potong pukis yang baru matang.
Pada tahun 1990-an, pukis mulai mendapat tempat sebagai “jajanan rakyat” yang diproduksi lebih masif, Cetakan besi tuang mulai menggantikan cetakan tradisional, membuat proses pemanggangan lebih stabil dan cepat, Penjual kaki lima menyadari bahwa tekstur empuk pukis bergantung pada distribusi panas yang baik cetakan modern mempermudah itu.
Memasuki 2020-an, gelombang modernisasi kuliner menyeret pukis ke arah yang lebih kreatif, Tiba-tiba muncul varian topping matcha, red velvet, tiramisu, hingga salted caramel, Generasi muda menyukai visual cantik untuk kebutuhan media sosial dan para pedagang memanfaatkan tren ini.
Di tahun 2025, pukis bukan hanya makanan nostalgia, Ia berubah menjadi produk komersial berdaya saing tinggi, terutama di pasar digital.
Melalui pesanan online, kue yang dulunya hanya dinikmati pagi-pagi di pasar kini bisa dipesan kapan saja dengan kemasan lebih higienis dan estetis.
Transformasi ini menunjukkan satu hal penting: makanan tradisional tetap bertahan bukan hanya karena rasa, tetapi karena kemampuannya untuk beradaptasi.
Teknik Profesional Cara Menghasilkan Pukis yang Stabil di Produksi Besar
Dalam produksi rumahan untuk dijual, konsistensi adalah tantangan terbesar, Banyak pemula sering mendapati hasil pukis berbeda dari hari ke hari kadang bantat, kadang kering, kadang lembek berlebih. Ada beberapa prinsip produksi yang biasanya dipakai oleh penjual profesional agar hasil tetap stabil.
1. Kontrol Suhu Adonan
Adonan pukis paling ideal berada pada rentang 28 - 32°C. Ragi instan bekerja paling optimal di suhu ini, Jika adonan terlalu dingin, ia naik lambat, Jika terlalu panas, ragi “mati muda”.
Teknik sederhana:
• Santan harus hangat bukan panas.
• Jangan menyimpan adonan dekat kompor menyala.
• Jika dapur terlalu dingin, tutup adonan dengan kain hangat.
2. Mengatur Kekentalan Adonan
Penjual berpengalaman biasanya memeriksa adonan dengan satu trik sederhana:
Ketika sendok sayur diangkat, adonan harus jatuh perlahan membentuk garis tipis yang tidak langsung putus.
- Jika terlalu cair → pukis jadi pipih.
- Jika terlalu kental → pukis naik tapi keras.
Kekentalan ini menentukan pori-pori pukis apakah akan halus atau agak besar, Banyak pelanggan menyukai pukis berpori halus karena terasa lebih lembut saat digigit.
3. Manajemen Ragi
Ragi instan mudah bekerja, namun sensitif, Penyimpanan ragi harus rapat dan jauh dari panas, Penjual profesional biasanya menyimpan ragi dalam wadah kedap udara dan menambahkan silica gel makanan.
Pada produksi besar, aktivasinya dibuat batch kecil agar ragi tidak terpapar udara terlalu lama.
4. Kalibrasi Cetakan
Cetakan pukis punya karakter berbeda, Cetakan yang tebal menahan panas lebih lama, sedangkan cetakan tipis cepat panas tapi cepat pula turun suhunya.
Pada penjualan besar, cetakan tebal lebih dianjurkan karena mampu menjaga stabilitas pemanggangan.
Teknik umum:
• Panaskan cetakan 5 - 7 menit sebelum digunakan.
• Letakkan cetakan di tengah kompor agar panas merata.
• Jangan mencuci cetakan dengan sabun; cukup gosok minyak.
Sering kali kualitas pukis bukan tumbuh dari bahan mewah, tetapi dari konsistensi alat dan suhu.
Modernisasi Rasa Eksperimen Topping dan Adonan Masa Kini
Kue pukis menawarkan ruang kreativitas yang luas. Adonan dasarnya netral, lembut, dan mudah menyerap aroma tambahan. Para pelaku bisnis kuliner memanfaatkan fleksibilitas ini.
Pukis Marble
Paduan adonan vanilla dan cokelat yang dituang berselang-seling, lalu disapukan dengan tusuk sate untuk menciptakan motif marmer, Varian ini disukai pelanggan karena tampilannya fotogenik, cocok untuk konten sosial media.
Pukis Kopi Susu
Menggunakan ekstrak kopi robusta dan sedikit kental manis, Rasa pahit-manisnya cukup unik tanpa menghilangkan karakter asli pukis, Kedai kopi kecil sering menambahkan menu pukis kopi untuk mendampingi latte panas.
Pukis Vegan
Menggantikan santan dengan susu almond atau oat milk dan tidak menggunakan telur, Walaupun teksturnya sedikit lebih padat, segmennya jelas mereka yang menjalani pola makan tanpa hewani. Pasar vegan di Indonesia terus bertumbuh dan bisa menjadi peluang tersendiri.
Pukis Lumer
Ini versi modern yang ramai di 2024 - 2025, menggunakan isian krim lumer seperti cokelat, keju, atau matcha, Adonan dipanggang setengah matang, lalu diberi filling, kemudian ditutup kembali, Jenis ini lebih mahal, tetapi nilai jualnya tinggi karena sensasi “lumer” selalu menarik minat pembeli.
Eksperimen topping dan adonan tak harus mahal. Yang penting adalah keseimbangan rasa dan tekstur tidak menghilangkan identitas pukis sebagai kue tradisional.
Analisis Bisnis Mengelola Produksi Pukis dalam Skala Harian
Menjual pukis membutuhkan kecepatan, ketelitian, dan perhitungan biaya yang rapi, Berikut aspek penting yang sering menjadi fondasi keberhasilan penjual pukis pemula.
1. Perhitungan Bahan Baku
Pada skala 70 potong, bahan sekitar Rp 70.000 masih ideal, Namun jika produksi meningkat menjadi 200 - 400 potong per hari, harga bahan bisa turun karena pembelian grosir.
Contoh:
• Tepung terigu membeli 1 kg lebih murah dibanding 250 gram
• Santan instan karton (isi 12) biasanya lebih hemat.
Keuntungan bisa meningkat 15 - 20% hanya dari pengaturan pembelian.
2. Waktu Produksi
Rata-rata penjual memerlukan 45–60 menit untuk menyiapkan adonan dan 30 - 45 menit untuk proses pemanggangan batch pertama.
Jika punya dua cetakan, ritme produksi jadi lebih cepat, berpotensi menghasilkan 150 - 200 pukis dalam 2 jam.
Waktu ini penting untuk penjualan pagi, saat pelanggan ramai.
3. Manajemen Stok Topping
Topping sederhana seperti meses dan keju lebih aman karena tidak mudah rusak, Namun topping premium (Nutella, Biscoff, matcha) perlu disimpan dalam kondisi baik agar tidak cepat mengeras atau melempem.
Pelanggan sering tertarik pada kombinasi baru, jadi memiliki 5 - 7 variasi topping cukup ideal tanpa membuat biaya bengkak.
4. Kualitas Kemasan
Kemasan mempengaruhi persepsi nilai, Pukis yang dibungkus rapi dalam kotak kraft dengan stiker sederhana bisa terlihat lebih profesional dibanding bungkus plastik biasa.
Kualitas visual yang baik menaikkan peluang repeat order.
5. Strategi Lokasi dan Waktu Jualan
Pukis paling laris pada tiga waktu:
• pagi hari (sarapan),
• sore hari (camilan pulang kerja),
• malam akhir pekan (lapak bazar atau event).
Jika dijual online, penjual harus aktif meng-update menu harian, promo, dan foto-foto baru agar terlihat hidup dan terpercaya.
Mengapa Kue Pukis Tak Pernah Kehilangan Peminat?
Pelanggan membeli sesuatu bukan hanya karena rasa, tetapi karena pengalaman, Kue pukis menyimpan kombinasi unik dari rasa nostalgia dan kenyamanan.
1. Aroma Santan yang Memancing Ingatan
Aroma pukis yang sedang dipanggang mengingatkan banyak orang pada masa kecil, Psikologi makanan menyebut efek ini sebagai food memory trigger aroma dapat mengaktifkan memori emosional.
Itulah sebabnya kedai pukis yang mengizinkan aroma memenuhi area sekitar sering menarik perhatian orang yang lewat.
2. Harga Aksesibel
Kue pukis termasuk jajanan yang murah namun memuaskan, Ia memberi rasa kenyang ringan tanpa menguras dompet, Dalam situasi ekonomi yang naik-turun, jajanan dengan harga terjangkau cenderung bertahan lebih lama.
3. Topping Fleksibel
Anak kecil suka meses. Anak muda suka matcha, Orang dewasa suka kacang atau cokelat. Fleksibilitas toping membuat pukis relevan untuk berbagai usia.
4. Tekstur yang Ramah Pencernaan
Pukis empuk mudah dikunyah dan digemari dari anak-anak hingga lansia, Tekstur lembut membuatnya aman dijual di semua segmen.
Keempat faktor ini menjelaskan mengapa pukis tidak tergeser oleh tren makanan viral yang biasanya sebentar saja bertahan.
Pengembangan Menu untuk Brand Pukis Rumahan
Jika penjual ingin naik level dan menciptakan brand kecil, perlu ada inovasi terencana, Tidak perlu terlalu ekstrem cukup memaksimalkan produk inti.
Berikut gambaran pengembangan menu realistis:
Paket Rasa
• Paket Hemat: 6 pukis topping klasik
• Paket Premium: 6 pukis topping modern
• Paket Mix: isi 10 dengan rasa acak
Paket seperti ini memudahkan pelanggan memesan tanpa banyak memilih.
Pukis Mini
Ukuran lebih kecil dengan harga lebih terjangkau, Cocok untuk acara ulang tahun, pengajian, dan katering ringan, Penjualan pukis mini sering meningkat karena pelanggan membeli dalam jumlah banyak.
Pukis Lapis
Dua lapis adonan dengan isian di tengah, Variasi ini jarang ditemui tapi memiliki daya tarik visual.
Seasonal Flavor
Rasa edisi terbatas yang mengikuti musim:
• Stroberi (musim panen)
• Kurma (bulan Ramadan)
• Pumpkin spice (inspirasi luar negeri, cocok untuk konten unik)
Menu edisi terbatas memberi kesan eksklusif tanpa mengganggu menu utama.
Perjalanan Penjual Pukis Sukses 2024 - 2025
Agar artikel lebih tajam dan realistis, mari lihat contoh kasus fiktif namun berbasis data lapangan.
Contoh 1: “Pukis Lumer Muna”
- Pemilik: ibu rumah tangga di Semarang.
- Awal mulai: modal Rp 150.000.
- Jumlah cetakan: 1 buah.
Ia memulai bisnis pukis karena dekat sekolah dasar, Strategi yang ia pakai sederhana:
• Menawarkan sampel gratis kepada beberapa anak
• Menjual varian topping berwarna menarik
• Menggunakan kotak kraft kecil untuk 5 potong
Dalam 3 bulan, ia mampu menjual 120 - 150 potong pukis sehari, Pada bulan ke-5, ia membeli cetakan kedua dan mulai menjual melalui ShopeeFood, Kini omzetnya mencapai Rp 300.000 - 350.000 per hari.
Kesimpulan: lokasi strategis + kemasan rapi = lonjakan penjualan.
Contoh 2: “Pukis Kopi Senja”
- Pemilik: barista muda yang membuka kedai kecil
- Ide utamanya adalah menyajikan pukis sebagai pendamping kopi panas
- Varian favorit: pukis vanilla, pukis kopi, pukis cokelat almond.
Pelanggan kedai kopi biasanya tidak mencari makanan berat. Pukis mini menjadi solusi. Ternyata peminatnya naik drastis karena tekstur pukis serasi dengan kopi.
Dalam enam bulan, pukis menyumbang 25 - 30% pendapatan total kedai.
Menjaga Tradisi dengan Sentuhan Modern
Kue pukis bukan sekadar camilan manis, Ia adalah rekaman sejarah kuliner Indonesia, lahir dari dapur-dapur sederhana yang mengandalkan kreativitas dan rasa kebersamaan, Dalam dunia kuliner yang terus berubah, pukis mempertahankan identitasnya tanpa menolak inovasi.
Kue pukis adalah jajanan pasar yang sederhana, enak, dan mudah dibuat, Dengan bahan terjangkau dan resep tradisional, siapa pun bisa menghasilkan kue pukis empuk dan mengembang di rumah.
Mulai dari teknologi pemanggangan, varian rasa, strategi penjualan, hingga pengemasan modern, semua perkembangan ini menunjukkan bahwa warisan tradisional bisa bertahan lama jika dikelola dengan cerdas.
Membuat pukis di rumah bukan hanya soal mengikuti resep — tetapi menjaga sebuah tradisi kecil tetap hidup. Dan bagi yang ingin memulai bisnis, pukis menawarkan peluang besar dengan risiko rendah, cocok untuk pemula maupun pelaku usaha yang ingin memperluas produk.
Pada akhirnya, setiap potong pukis membawa cerita: tentang keluarga, tentang pasar tradisional, tentang aroma santan yang menenangkan, dan tentang masa depan kuliner lokal yang terus berkembang mengikuti zaman.
Jalan cerita pukis belum selesai. Inovasi berikutnya selalu menunggu untuk dicoba di dapur siapa pun yang berani bereksperimen.
Selain sebagai camilan keluarga, kue pukis juga bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan, Dengan inovasi topping dan promosi digital, kue tradisional ini bisa terus eksis bahkan di era kuliner modern.
Melestarikan pukis berarti ikut menjaga warisan kuliner Nusantara agar tidak hilang dimakan zaman.














