Terang Bulan Sejarah, Resep, dan Tips Terang Bulan Anti Gagal
Dipublikasikan: Resep Jajanan Pasar Lokal : 7 September 2025 •
1. Sejarah Terang Bulan
Terang bulan, yang juga dikenal dengan nama martabak manis, adalah salah satu jajanan populer di Indonesia.
Nama "terang bulan" berasal dari bentuk adonan bulat besar yang menyerupai purnama ketika dipanggang.
Hidangan ini dipercaya pertama kali berkembang di Bangka Belitung, kemudian menyebar ke seluruh Nusantara.
Terang bulan, atau yang lebih dikenal dengan nama martabak manis, merupakan salah satu jajanan tradisional yang sangat populer di Indonesia. Nama “terang bulan” sendiri merujuk pada bentuk adonannya yang bulat, pipih, dan bercahaya kuning keemasan saat dipanggang di atas wajan panas, menyerupai bulan purnama.
Sejarah terang bulan tidak bisa dilepaskan dari pengaruh budaya Tiongkok dan peran masyarakat perantauan, terutama di Pulau Bangka.
Pada awal abad ke-20, pedagang Tionghoa mulai menjual kudapan ini dengan nama “Hok Lo Pan”. Kata Hok Lo merujuk pada salah satu kelompok etnis di Tiongkok Selatan, sedangkan Pan berarti kue. Kudapan ini kemudian berkembang dan diterima luas oleh masyarakat setempat, khususnya di Bangka Belitung yang memang terkenal dengan komunitas Tionghoa perantauan.
Dari Bangka, martabak manis atau terang bulan menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Nama dan gaya penyajiannya pun beragam.
Di Jawa Timur, masyarakat menyebutnya terang bulan, sementara di daerah lain lebih familiar dengan sebutan martabak manis.
Meski memiliki nama berbeda, esensi hidangan ini tetap sama: adonan tepung yang dipanggang, kemudian diberi isian manis seperti gula, kacang tanah sangrai, cokelat meses, keju, hingga susu kental manis.
Seiring perkembangan zaman, terang bulan juga mengalami inovasi besar, Jika dahulu hanya memiliki topping sederhana seperti kacang dan gula, kini variasinya semakin kaya dengan tambahan modern seperti oreo, green tea, red velvet, hingga keju mozzarella.
Perubahan ini menunjukkan betapa fleksibelnya terang bulan dalam mengikuti tren kuliner.
2. Resep Terang Bulan Tradisional
Bahan-Bahan
- 250 gram tepung terigu protein sedang
- 50 gram gula pasir
- 1 butir telur
- 300 ml air
- 1/2 sdt baking powder
- 1/2 sdt soda kue
- 1/4 sdt garam
- Mentega, keju parut, kacang tanah sangrai, meses, susu kental manis
Cara Membuat
- Campurkan tepung, gula, telur, dan air hingga rata.
- Diamkan adonan 1 jam agar mengembang alami.
- Panaskan wajan teflon, tuang adonan hingga setengah matang.
- Taburi gula pasir, tunggu hingga permukaan berlubang-lubang.
- Tutup sebentar, lalu angkat dan beri topping sesuai selera.
3. Tips Membuat Terang Bulan Anti Gagal
- Gunakan wajan anti lengket dengan dasar tebal agar panas merata.
- Jangan lupa diamkan adonan minimal 1 jam untuk hasil bersarang.
- Soda kue ditambahkan terakhir sebelum dipanggang agar adonan aktif.
- Api kecil hingga sedang membuat terang bulan matang merata tanpa gosong.
- Gunakan topping sesuai selera, namun jangan terlalu tebal agar tidak membuat adonan patah.
4. Nilai Budaya dan Popularitas Terang Bulan
Terang bulan bukan sekadar makanan ringan, melainkan juga bagian dari identitas budaya kuliner Indonesia. Kudapan ini erat kaitannya dengan suasana malam hari, karena sebagian besar pedagang menjualnya setelah senja hingga larut malam.
Tidak heran, terang bulan sering dikaitkan dengan suasana hangat berkumpul bersama keluarga atau teman di malam hari.
Bagi masyarakat Bangka, terang bulan memiliki nilai historis karena merupakan bagian dari warisan kuliner lokal yang lahir dari akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia.
Sementara bagi masyarakat luas, terang bulan mencerminkan kekayaan jajanan pasar Nusantara yang selalu dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, terang bulan juga mencerminkan filosofi kebersamaan, Ukurannya yang besar dan biasanya dipotong-potong membuatnya cocok untuk dinikmati bersama. Hal ini memperkuat peran terang bulan sebagai makanan yang bukan hanya memuaskan perut, tetapi juga mengikat hubungan sosial.
Di era modern, popularitas terang bulan tidak pernah surut. Bahkan, ia mampu beradaptasi dengan tren kuliner kekinian. Banyak gerai martabak manis yang menghadirkan konsep premium dengan bahan berkualitas tinggi, topping unik, dan kemasan eksklusif. Inovasi ini membuat terang bulan diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari jajanan kaki lima hingga hidangan kafe modern.
Media sosial turut berperan besar dalam mendongkrak popularitas terang bulan. Foto-foto martabak manis dengan topping melimpah yang diunggah di Instagram atau TikTok menjadikannya semakin diminati generasi muda. Tidak hanya sebagai jajanan, terang bulan juga telah menjadi simbol gaya hidup kuliner yang trendi.
Di luar negeri, terang bulan juga mulai dikenal sebagai “Indonesian Sweet Martabak”. Beberapa diaspora Indonesia bahkan membuka usaha martabak manis di negara-negara seperti Belanda, Australia, dan Amerika Serikat. Hal ini menambah nilai kebanggaan karena terang bulan bukan hanya milik lokal, tetapi juga menjadi bagian dari kuliner global.
Sejarah terang bulan menunjukkan perjalanan panjang dari akulturasi budaya hingga menjadi jajanan khas Nusantara yang mendunia.
Nilai budayanya tidak hanya terletak pada rasa manis dan teksturnya yang empuk, tetapi juga pada perannya dalam mempererat kebersamaan.
Popularitasnya yang terus bertahan bahkan berkembang menjadi bukti bahwa terang bulan adalah warisan kuliner yang relevan lintas zaman.







0 comments:
Catat Ulasan